Beranda Inspirasi Dzalim dan Maknanya

Dzalim dan Maknanya

Secara esensial, kezaliman berarti meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya atau mengambil sesuatu yang bukan haknya, seperti merampas hak orang lain atau melanggar batas yang telah ditentukan.

0
Dzalim bisa berdampak buruk pada orang yg melakukanya

Dalam firman-Nya, Allah berjanji: “Dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki.” Ini adalah bentuk kasih sayang Allah, memberikan harapan bagi mereka yang berusaha memperbaiki diri.

Kedzaliman terakhir adalah yang paling berat untuk diselesaikan, yaitu kedzaliman terhadap orang lain. Dalam hal ini, Allah tidak akan membiarkannya begitu saja. Hak-hak orang yang dizalimi akan dikembalikan di Hari Kiamat.

Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa setiap hak akan ditunaikan, hingga orang yang tertindas mendapatkan keadilannya. Tak ada jalan lain bagi pelaku kedzaliman selain meminta maaf dan memperbaiki kesalahan kepada orang yang ia dzalimi selama masih di dunia. 

Kedzaliman, dalam bentuk apapun, adalah beban yang harus kita hindari. Syirik kepada Allah merusak hubungan kita dengan Sang Pencipta. Dosa kepada diri sendiri menodai jiwa kita, sementara kedzaliman terhadap sesama melukai hubungan sosial yang harusnya dijaga. Kita harus selalu menjaga untuk tidak berbuat dzalim pada diri sendiri,  apalagi dzalim pada orang lain.

Kembali pada akar kata dzaliman, kegelapan. Bahwa orang yang berbuat dzalim adalah mereka yang gelap, yang tertutup, tidak menemukan jalan, tidak ada cahaya yang menyinarinya. Maka hendaknya kita harus selalu untuk menjaga tidak berbuat dzalim pada Robb kita, diri sendiri dan orang lain.

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait