Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, logam mulia ini cenderung kurang diminati ketika suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil.
Di sisi lain, risalah rapat Federal Reserve pada 16-17 Juni menunjukkan kekhawatiran pejabat bank sentral AS terhadap inflasi semakin meningkat. Sejumlah anggota bahkan menilai terdapat alasan untuk segera menaikkan suku bunga.
Ekspektasi pasar pun bergeser. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang The Fed menaikkan suku bunga pada September naik menjadi sekitar 69%, dari 62% sehari sebelumnya. dilansir cnbcindonesia.com