CARAPANDANG - Harga emas dan perak kembali babak belur di tengah lonjakan dolar Amerika Serikat (AS) dan harga minyak.
Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Kamis (26/3/2026) ditutup di posisi US$ 4379,01 per troy ons atau jatuh 2,8% atau hampir 3%..
Pelemahan ini memutus reli dua hari beruntun sebelumnya dengan penguatan 2,2%
Penutupan kemarin juga menyeret emas ke harga terendah sejak 2 Januari 2026 atau sejak awal tahun ini.
Harga emas sedikit membaik pada hari ini. Pada hari ini, Jumat (27/3/2026) pukul 06.30 WIB, harga emas ada di posisi US$ 4395,10 per troy ons atau menguat 0,37%.
Harga emas turun pada Kamis, tertekan oleh penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak yang mempertahankan kekhawatiran inflasi serta ekspektasi suku bunga tetap tinggi, sementara pelaku pasar menilai kembali peluang gencatan senjata di Timur Tengah.
Indeks dolar terbang ke 99,99 atau posisi terkuat sejak 18 Maret 2026. Hal ini membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Indeks dolar terbang setelah harga minyak mentah kembali melesat 5% lebih kemarin. . Kontrak berjangka Brent crude melonjak 5,66% ke US$108,01 per barel. Sementara West Texas Intermediate naik 4,61% ke US$94,48.
Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals juga menjelaskan emas terbebani oleh kekhawatiran suku bunga yang lebih tinggi dan inflasi.