Beranda Olahraga Era Suram Bulutangkis Indonesia, Tersingkir di Piala Thomas Lebih Cepat dari Sejarah 2012

Era Suram Bulutangkis Indonesia, Tersingkir di Piala Thomas Lebih Cepat dari Sejarah 2012

Padahal, Indonesia datang ke turnamen ini dengan status sebagai unggulan kedua di bawah China dan merupakan pemilik rekor juara terbanyak (14 gelar) sepanjang masa.

0
Jonatan Christie tak berkutik melawan permainan eksplosif Christo Popov (Istimewa)

"Saya minta maaf karena tidak bisa memberikan poin untuk tim Indonesia," ujar Jonatan Christie dalam keterangan resmi PBSI.

Alwi Farhan juga mengakui tekanan besar membebaninya.

"Karena memang sekarang posisinya kami juga membutuhkan kemenangan, rasa itu cukup menghantui saya. Dan saya lebih merasakan pressure," ungkap Alwi.

Kondisi semakin suram setelah ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani yang juga turun di partai keempat menelan kekalahan mengejutkan.

Pasangan peringkat sembilan dunia ini secara tak terduga tumbang dua gim langsung 19-21, 19-21 dari pasangan pelapis Prancis, Eloi Adam/Leo Rossi.

Sebelumnya, Sabar/Reza tercatat selalu menang dalam dua pertemuan melawan lawan yang sama.

Kemenangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di partai kelima menjadi satu-satunya poin penyelamat dan formalitas belaka.

Pasangan yang akrab disapa FajRi ini sukses mengalahkan duet Popov bersaudara dengan skor 21-18, 19-21, 21-11, namun tak mampu mengubah hasil akhir 1-4.

Momen pilu terlihat saat kapten tim Fajar Alfian menangis sebelum pertandingan, seolah menjadi gambaran jatuhnya tradisi besar bulu tangkis Indonesia.

Hasil ini memantik kekecewaan dan kritik pedas dari berbagai pihak. Pengamat bulu tangkis nasional M. Kusnaeni menilai kegagalan ini sebagai sebuah "tragedi".

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here