Beranda Politik Fenomena Tembok Ratapan Solo Bentuk Kritik ke Jokowi yang Haus Popularitas

Fenomena Tembok Ratapan Solo Bentuk Kritik ke Jokowi yang Haus Popularitas

Munculnya fenemona tersebut justru merugikan PSI, sebab secara terang-terangan Jokowi akan berjuang untuk memenangkan PSI.

0
ilustrasi/istimewa

CARAPANDANG – Pengamat dari Citra Institute, Efriza memperkirakan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bakal terkena dampak fenomena rumah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Solo yang berubah nama menjadi 'Tembok Ratapan Solo' di Google Maps.

Menurutnya, netizen meramaikan fenomena tersebut sebagai bentuk kritik terhadap Jokowi yang haus popularitas.

Efriza mengamati setelah Jokowi pensiun dari jabatan presiden rumahnya dicitrakan ramai kunjungan dari masyarakat dari berbagai daerah maupun pejabat, baik untuk mengadu maupun hanya sekadar berswafoto.  

"Ekspresi satire publik diyakini ke depannya bukan hanya seperti 'Tembok Ratapan Solo' saja, ekspresi ini dilakukan untuk memberikan kesan dan efek citra negatif terhadap Jokowi dan keluarganya," katanya seperti dilansir RMOL, Minggu, 22 Februari 2026. 

Menurutnya, munculnya fenemona tersebut justru merugikan PSI, sebab secara terang-terangan Jokowi akan berjuang untuk memenangkan PSI pada pemilihan umum (Pemilu) 2029 mendatang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here