Profesor Jemma Geoghegan, ahli virologi dari Universitas Otago, mengatakan Selandia Baru telah mempersiapkan diri menghadapi kedatangan virus tersebut setelah penyebarannya baru-baru ini ke Australia dan secara global.
Menurut Geoghegan, pengujian cepat, pengurutan genom dan pemantauan ketat terhadap burung liar sangatlah penting.
Departemen Konservasi telah memulai vaksinasi terhadap 300 ekor burung indukan dari lima spesies yang termasuk dalam kelompok spesies paling terancam punah di Selandia Baru, termasuk kakapo dan takahe, sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan.
Epidemiolog dari Universitas Massey, Nigel French, mengatakan kepada RNZ bahwa populasi burung yang kecil dan terancam punah, termasuk burung camar peri (fairy tern) yang sangat langka, dapat mengalami kepunahan apabila virus tersebut menyebar.