CARAPANDANG - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Soesatyo menilai persoalan utama yang sering muncul bukan semata pada kebijakan, melainkan pada tata kelola kebijakan itu sendiri serta kurangnya komunikasi publik menjadi faktor yang memperbesar resistensi masyarakat.
"Forum sepakat untuk secara bersama-sama menciptakan situasi yang kondusif dengan kekuatan jaringan, pengalaman dan pengaruh yang masih dimiliki agar masyarakat tenang dan mendukung pemerintah dalam mengatasi efek domino ekonomi (inflationary shock) akibat situasi global saat ini," ucap pria yang akrab disapa Bamsoet dalam acara tersebut, seperti dikutip dari keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Selain masalah ketahanan fiskal, lanjut dia, industri dalam negeri terus tergerus akibat derasnya barang-barang impor, sehingga salah satunya diperlukan mengantisipasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang selalu menjadi isu sensitif dan kerap ditunggangi pihak-pihak tertentu.
Hal itu, karena, lanjut Bamsoet, setiap kenaikan harga BBM akan langsung terasa pada kehidupan sehari-hari masyarakat, mulai dari ongkos transportasi hingga harga kebutuhan pokok.
Ditambahkan, bahwa kenaikan harga BBM juga berpotensi memperbesar tekanan terhadap laju inflasi dan memperlambat pemulihan ekonomi nasional.