Mengingat besarnya komunitas etnis Tionghoa di Indonesia, Tahir, seorang tokoh terkemuka masyarakat Tionghoa Indonesia, menyatakan harapannya agar pameran tersebut dapat membantu memperkuat kerja sama di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan antara kedua negara.
Kerja sama ini diharapkan akan meluas jauh melampaui aula pameran.
Zeng Xiaoyun, Direktur Museum Dinosaurus Zigong (Zigong Dinosaur Museum), mengatakan bahwa kedua pihak berencana untuk menjalin kerja sama jangka panjang dalam ekspedisi ilmiah bersama, restorasi fosil, berbagi penelitian, serta pendidikan sains tentang dinosaurus.
Siswa melihat fosil dinosaurus di Museum Tahir Solo di Surakarta, Indonesia, 25 Juli 2026. (Carapandang/Xinhua/Bram Selo)
Museum Dinosaurus Zigong merupakan pusat penting untuk penelitian paleontologi dan menyimpan koleksi fosil dinosaurus periode Jura Tengah terbesar di dunia. Koleksinya mencakup hampir semua kelompok dinosaurus yang telah diketahui dari Periode Jura, yang berasal dari masa antara 201 juta hingga 145 juta tahun lalu.
Pameran di Surakarta menampilkan 569 koleksi, termasuk 106 benda cagar budaya tingkat pertama, dan akan berlangsung selama sekitar 180 hari. Program kerja sama yang lebih luas akan terus berjalan hingga Desember 2026.