Menurutnya, semangat hijrah juga perlu diwujudkan melalui penguatan kolaborasi seluruh unsur, termasuk pemerintah daerah, TNI, Polri, ulama, dan masyarakat. Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam menjaga ketahanan sosial sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di Sumbar.
Pada kesempatan itu, Pemprov Sumbar juga memberikan penghargaan kepada para pelajar dan mahasiswa pemenang lomba video pendek bertema hijrah. Mahyeldi menilai tingginya partisipasi generasi muda dalam lomba tersebut menunjukkan kepedulian mereka terhadap berbagai persoalan sosial di lingkungan sekitarnya.
“Melalui karya-karya mereka, kita melihat kepedulian terhadap bahaya narkoba, perilaku menyimpang, serta pentingnya kembali kepada nilai-nilai kebaikan. Ini menjadi harapan bahwa generasi muda mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan pesan-pesan positif di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu Kapolda Sumbar, Komjen Pol. Gatot Tri Suryanta menekankan pentingnya membiasakan salat Subuh berjamaah sebagai bagian dari pembentukan karakter sejak usia dini. Ia berharap gerakan tersebut dapat terus diperluas di seluruh kabupaten dan kota di Sumbar.
“Kalau budaya agama ditanamkan sejak kecil kepada anak-anak di seluruh Sumatera Barat, insyaallah cita-cita menuju Indonesia Emas akan terwujud,” ujar Gatot.