Beranda Umum Hadapi El Nino, Presiden Prabowo Instruksikan BMKG Gencarkan Operasi Modifikasi Cuaca

Hadapi El Nino, Presiden Prabowo Instruksikan BMKG Gencarkan Operasi Modifikasi Cuaca

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengungkapkan bahwa instruksi tersebut disampaikan Presiden Prabowo agar pemerintah lebih siap menghadapi potensi kekeringan sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.

0
Presiden Prabowo Subianto

BMKG sebelumnya memprediksi El Nino mulai aktif pada Juni 2026 dan berlangsung hingga sekitar Maret sampai Mei 2027 dengan intensitas moderate hingga kuat . Kepala BMKG memperingatkan bahwa fenomena ini berpotensi membuat musim kemarau menjadi lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal dalam 30 tahun terakhir.

"Dan itu yang perlu kita waspadai ketika di bulan Juni, Juli, Agustus, nanti puncak musim kemarau Agustus, September, itu dapat membuat kemarau di Indonesia akan lebih panjang dan juga lebih kering dari yang terjadi dalam rata-rata 30 tahun terakhir," ungkap Faisal.

Faisal menambahkan bahwa operasi modifikasi cuaca menjadi instrumen penting untuk memastikan cadangan air nasional tetap terjaga, terutama dalam mendukung target swasembada pangan pemerintah.

"Nah, kemudian nanti ketika musim kemarau terjadi tentunya kita harus siap apabila ingin swasembada pangan maka kita punya 220 bendungan di Indonesia kurang lebih, itu apakah sanggup untuk dapat mengairi irigasi, untuk air minum, untuk pembangkit listrik," tutur Faisal.

BMKG mencatat wilayah yang paling terdampak El Nino umumnya berada di bawah garis khatulistiwa, seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Sementara itu, wilayah Sumatera bagian utara dan Kalimantan utara diperkirakan tidak terdampak signifikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here