CARAPANDANG - Hamas siap melakukan negosiasi serius guna mengakhiri perang yang dilancarkan Israel di Jalur Gaza, kata Mahmoud Mardawi, pemimpin kelompok perlawanan Palestina itu, pada Kamis.
Dia mengatakan Palestina selama ini bertanggung jawab dan serius terhadap semua usulan gencatan senjata di Gaza.
"Israel melanggar perjanjian, mengingkari janji kepada mediator, serta melanjutkan serangan dan eskalasi," kata Mardawi dalam pernyataannya.
Dia mengatakan tindakan Israel menjadi ujian bagi masyarakat dunia.
"Komunitas internasional dapat menegakkan hukum dan keadilan internasional, atau (sebaliknya) terus menerapkan standar ganda, yang tidak hanya membahayakan Palestina, tetapi seluruh kawasan," kata dia.
Dalam 18 bulan terakhir, Hamas telah berpartisipasi dalam negosiasi tidak langsung dengan Israel yang dimediasi Qatar, Mesir, dan AS.
Meski beberapa kesepakatan telah dicapai, Israel berulang kali melanggarnya sehingga negosiasi tak bisa segera diselesaikan.
Sementara itu, delegasi Mesir dilaporkan sedang menuju Qatar guna melanjutkan negosiasi pertukaran tawanan sebagai upaya sementara untuk meredakan ketegangan di Gaza.
Presiden Mesir Abdel Fattah Al Sisi pada Rabu menegaskan bahwa negaranya terus berupaya mencapai gencatan senjata di Gaza dan mendesak mobilisasi "untuk menghentikan pertumpahan darah serta memulihkan ketenangan dan stabilitas di kawasan."