Saling serang tarif inilah yang dikhawatirkan akan memicu resesi sehingga permintaan komoditas jeblok sehingga harga ambles.
Harga minyak ambruk 6% pada perdagangan kemarin dan 10% dalam sepekan. Harga gas alam ambruk 7,7% kemarin dan 6% dalam sepekan.
Harga gas Eropa jeblok 7,7% pada perdagangan kemarin dan 10% lebih pekan ini.
Batu bara adalah komoditas energi substitusi bagi sumber energi lainnya mulai dari minyak hingga gas sehingga harganya pun saling terikat.
Harga batu bara juga melemah sejak Maret seiring dengan melemahnya permintaan dan meningkatnya pasokan. Produsen terbesar, Tiongkok, berencana meningkatkan produksinya sebesar 1,5% menjadi 4,82 miliar ton pada 2025, setelah mencatat produksi tertinggi pada 2024. Indonesia juga mencetak rekor produksi sebanyak 836 juta ton tahun lalu, melebihi target sebesar 18%. Sementara itu, investasi dalam energi alternatif membatasi prospek permintaan batu bara di masa depan.
India mencapai tonggak bersejarah dengan melewati produksi satu miliar ton batu bara pada 20 Maret tahun fiskal 2024-2025, melampaui capaian tahun sebelumnya sebesar 997,83 juta ton (MT).
Dari sisi permintaan, impor batu bara global turun ke level terendah dalam tiga tahun pada kuartal I-2025.
Tiongkok, India, Jepang, dan Korea Selatan memangkas pembelian lebih dari 10% akibat meningkatnya produksi energi bersih. Impor Tiongkok turun 18 juta ton, sementara India, Korea Selatan, dan Jepang juga mencatat penurunan signifikan.