Beranda Ekonomi Harga Energi Eropa Berfluktuasi Tajam di Tengah Perubahan Sinyal AS-Iran

Harga Energi Eropa Berfluktuasi Tajam di Tengah Perubahan Sinyal AS-Iran

Foto yang diabadikan pada 23 Maret 2026 ini memperlihatkan sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Zagreb, Kroasia. (Carapandang/Xinhua/Ma Zhen)

0
Xinhua

Harga energi Eropa berfluktuasi tajam pada Senin (23/3), dengan pasar minyak dan gas mengalami perubahan arah beberapa kali di tengah sinyal yang berubah-ubah dari AS dan Iran.

CARAPANDANG.COM, LONDON -- Harga energi Eropa berfluktuasi tajam pada Senin (23/3), dengan pasar minyak dan gas mengalami perubahan arah beberapa kali akibat sinyal yang terus berubah-ubah dari Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang dengan cepat memengaruhi ekspektasi investor dan merembet ke pasar ekuitas.

   Pada awal perdagangan (trading), harga minyak mentah Brent naik melampaui 113 dolar AS (1 dolar AS = Rp16.990) per barel, memperpanjang total kenaikan menjadi sekitar 50 persen sejak konflik dimulai. Hal ini terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan melalui Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama bagi pengiriman minyak global.

   Harga minyak kemudian anjlok tajam usai Presiden AS Donald Trump menyatakan dirinya telah melangsungkan pembicaraan yang "sangat baik dan produktif" dengan Iran, serta memerintahkan penundaan lima hari atas rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran. Harga minyak mentah Brent merosot lebih dari 10 persen hingga di bawah 100 dolar AS per barel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here