Kita berharap doa-doa kita dikabulkan. Apakah kita juga mendoakan saudara-saudara kita agar Allah mengabulkan doa mereka?
Inilah ukuran iman yang diajarkan Rasulullah ﷺ.
Sebaliknya, seorang mukmin juga membenci jika keburukan menimpa saudaranya sebagaimana ia membenci keburukan itu menimpa dirinya. Karena itu, ketika melihat saudaranya terjatuh dalam maksiat, ia tidak mencemooh. Ketika melihat saudaranya melakukan kesalahan, ia tidak menyebarkannya. Ia menasihati dengan kasih sayang, membimbing dengan hikmah, dan mendoakan agar Allah memberinya hidayah.
Demikian pula ketika melihat saudaranya berada di jalan kebaikan, ia tidak menjatuhkannya. Ia mendukung, menguatkan, dan mendoakan agar tetap istiqamah.
Penyakit yang paling merusak ukhuwah adalah hasad, yaitu tidak senang melihat orang lain memperoleh nikmat. Hasad membuat seseorang sedih ketika orang lain bahagia dan bahagia ketika orang lain tertimpa musibah.
Betapa banyak fitnah, ghibah, bahkan permusuhan muncul hanya karena seseorang tidak rela melihat saudaranya mendapatkan karunia Allah.
Sebab orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling banyak memberi manfaat kepada orang lain.
Semoga Allah membersihkan hati kita dari iri, dengki, kebencian, dan permusuhan, serta menghiasi hati kita dengan cinta, kasih sayang, dan keikhlasan kepada sesama kaum muslimin
Marilah kita menjaga hati kita. Karena hati yang bersih akan melahirkan ketenangan, ketentraman, dan kebahagiaan.