Beranda Sosok Imam Syafi’i: Ulama Besar Pembela Sunah

Imam Syafi’i: Ulama Besar Pembela Sunah

Kita mengetahui bahwa Imam Syafi’i adalah eponim dari mazhab Syafi’i. Untuk memulainya kita perlu tahu dulu gambaran singkat tentang makna mazhab pemikiran ini. Umat Islam bergantung pada Al-Qur`an sebagai Firman Allah untuk mengetahui apa yang harus dilakukan.

0
imam syafi'i sang pembela sunah nabi

Bagi Imam Syafi’i tentu saja bahwa Al-Qur`an menempati peringkat tertinggi. Dia menegaskan jika seseorang ingin tahu apa yang dikatakan dan dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, maka dia hanya perlu membaca Al-Qur`an. Kita perlu memulai dengan Al-Qur’an sebab Al-Qur’an bukan hanya petunjuk bagi kita tapi juga untuk Nabi Muhammad SAW. Tidak terbayangkan bahwa Nabi bertindak bertentangan dengan Al-Qur`an yang diwahyukan kepadanya, dan kemudian beliau membacakannya kepada kita. Jika kita tahu apa yang Al-Qur`an katakan, maka kita tahu Nabi Muhammad SAW melakukannya. Ini sederhana sekali.

Tapi bagaimana dengan masalah yang tidak disinggung atau diuraikan secara rinci oleh Al-Qur’an? Pada titik inilah menurut Imam Syafi’i, kita perlu mengandalkan atau menoleh kepada Hadits. Bila selanjutnya masih samar, lalu apa kesepakatan umat Islam secara umum? Apa yang disepakati oleh umat Islam dimana-mana. Lagi-lagi hal ini pasti bisa ditelusuri kembali ke Nabi Muhammad SAW, sesuatu yang tidak mengalami perubahan bertahap yang mengakibatkan variasi di berbagai tempat.

Lalu bagaimana jika isu-isu yang dihadapi juga tidak disebutkan secara khusus, baik dalam Al-Qur`an maupun dalam Hadits? Di sinilah kita harus menggunakan analogi. Kita harus membawa putusan yang sama dengan masalah yang sudah diputuskan. Kita bisa menelaah kepada empat prinsip dasaruntuk memperoleh hukum Islam.

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here