Beranda Internasional Imbas Karhutla Sumatera: Kualitas Udara Malaysia Buruk, Asma Melonjak

Imbas Karhutla Sumatera: Kualitas Udara Malaysia Buruk, Asma Melonjak

Kabut asap yang terbawa angin telah menyebabkan penurunan kualitas udara yang signifikan di berbagai wilayah Negeri Jiran, serta memicu lonjakan tajam kasus penyakit pernapasan.

0
Ilustrasi

CARAPANDANG - Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Pulau Sumatera, Indonesia, kini semakin dirasakan oleh warga Malaysia. Kabut asap yang terbawa angin telah menyebabkan penurunan kualitas udara yang signifikan di berbagai wilayah Negeri Jiran, serta memicu lonjakan tajam kasus penyakit pernapasan.

Berdasarkan data dari Departemen Lingkungan Hidup Malaysia (DOE), per Jumat (28/8/2026), tercatat 17 wilayah dengan kualitas udara dalam kategori tidak sehat.

Wilayah-wilayah yang terdampak tersebar di beberapa negara bagian, termasuk Alor Setar di Kedah, Minden dan Seberang Perai di Penang, serta Shah Alam dan Johan Setia di Selangor.

Kabut asap pekat juga menyelimuti ibu kota Kuala Lumpur, dengan kawasan Cheras dan Putrajaya mencatatkan Indeks Pencemaran Udara (API) pada level tidak sehat.

Dampak terhadap kesehatan masyarakat menjadi perhatian serius. Menteri Kesehatan Malaysia melaporkan lonjakan kasus penyakit pernapasan secara drastis.

Kasus asma tercatat melonjak hingga 259 persen, sementara kasus infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) meningkat sebesar 124 persen dalam pekan-pekan terakhir.

Kementerian Kesehatan Malaysia telah mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here