Beranda Ekonomi Indonesia-AS Segera Teken Perjanjian Tarif, Airlangga: Turun Dari 32 Persen jadi 19 Persen

Indonesia-AS Segera Teken Perjanjian Tarif, Airlangga: Turun Dari 32 Persen jadi 19 Persen

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan menandatangani perjanjian tarif tersebut dengan Presiden Donald Trump di Washington DC.

0
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

CARAPANDANG - Pemerintah Indonesia memastikan bahwa perjanjian tarif resiprokal (Agreement on Reciprocal Tariff/ART) dengan Amerika Serikat akan ditandatangani pada pekan depan. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, bahkan membuka peluang bahwa Presiden AS Donald Trump dapat memberikan penurunan tarif di bawah angka kesepakatan saat ini, mengingat kedekatan hubungan kedua pemimpin.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan menandatangani perjanjian tarif tersebut dengan Presiden Donald Trump di Washington DC. Momen bersejarah ini akan berlangsung di sela-sela kehadiran Presiden Prabowo dalam KTT perdana Board of Peace (BoP) pada 19 Februari 2026.

Perjanjian ini merupakan buah dari negosiasi panjang yang dimulai sejak AS di bawah Presiden Trump mengumumkan rencana penerapan tarif impor sebesar 32 persen untuk produk Indonesia pada April 2025.

Angka tersebut kemudian berhasil diturunkan menjadi 19 persen setelah serangkaian negosiasi intensif.

Dalam kesepakatan yang akan diteken pekan depan, AS telah berkomitmen untuk memberikan pembebasan tarif bagi sejumlah produk unggulan Indonesia yang tidak diproduksi di AS, seperti minyak sawit mentah (CPO), kakao, kopi, dan teh.

Sebagai imbalannya, Indonesia akan membuka akses pasar yang lebih luas untuk produk AS, termasuk komitmen pembelian pesawat Boeing, kedelai, dan produk energi, serta mengurangi hambatan non-tarif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here