Fuad mengatakan kerja sama dengan Nippon Signal merupakan langkah strategis untuk menghadirkan standar keselamatan perkeretaapian bertaraf internasional di kawasan Jabodetabek.
"Presisi teknologi Jepang yang dipadukan dengan kebutuhan Indonesia akan menghasilkan sistem transportasi yang lebih aman, andal, dan terintegrasi," katanya.
Fuad menambahkan kesepakatan tersebut akan menjadi fondasi bagi kolaborasi jangka panjang antara kedua perusahaan.
Penandatanganan HoA merupakan bagian dari rangkaian PT MITJ Business Matching Forum yang diselenggarakan KBRI Tokyo bersama PT MITJ.
Forum tersebut mempertemukan PT MITJ dan mitra strategisnya, PT Duta Sarana Perkasa, dengan lebih dari 10 perusahaan Jepang untuk menjajaki peluang kerja sama dalam proyek MRT Jakarta Fase 3 lintas timur-barat.
Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di bidang beton pracetak, pengembangan kawasan berbasis transportasi (transit-oriented development/TOD), serta teknologi perkeretaapian.
Selain penandatanganan HoA, forum juga diisi dengan pemaparan proyek MRT Jakarta Fase 3 dan pertemuan bisnis antara delegasi Indonesia dengan sejumlah perusahaan Jepang.
KBRI Tokyo menyatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong investasi dan alih teknologi Jepang ke Indonesia sekaligus memperkuat kerja sama kedua negara di sektor infrastruktur transportasi berkelanjutan.