Ia mengatakan, sejumlah sektor perdagangan yang menjadi fokus utama dalam temu bisnis ini antara lain furnitur dan peralatan rumah tangga, perawatan tubuh, dan kosmetik atau kecantikan.
“Selain sektor otomotif, kita melihat masih banyak potensi di sektor lainnya, seperti sektor furniture, home living, wellness, body care and beauty, yang merupakan potensi yang bisa kita kembangkan juga seperti sektor (otomotif) tadi untuk menjadi lebih besar secara bersama-sama,” ujar Fajarini.
Sementara itu, Presiden Direktur JETRO Jakarta Shinji Hirai mengatakan temu bisnis untuk peritel dan perusahaan Jepang yang sudah mendirikan usahanya di Indonesia ini sejalan dengan tujuan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan hilirisasi dan nilai tambah produk berkualitas tinggi.
“Acara ini menjadi referensi bagi supplier Indonesia dalam pengembangan produk mereka dan juga menjadi kesempatan baik untuk memahami kebutuhan perusahaan-perusahaan Jepang,” kata Hirai.
Ia berharap, acara seperti ini dapat mempererat hubungan bilateral antara Jepang dan Indonesia, serta meningkatkan roda perekonomian bagi kedua negara ke depannya.
“Semoga dapat bermanfaat dan membantu perusahaan Jepang dalam temukan supplier baru. Kami berharap kita dapat mengembangkan proyek ini dengan mempertimbangkan kebutuhan Jepang dan Indonesia,” ujar Hirai.