Menurutnya, capaian Indonesia dalam ajang tersebut, dapat memperkuat upaya mencetak sumber daya manusia yang mampu bersaing dalam perkembangan teknologi digital global.
"AI merupakan penggerak utama masa depan bangsa. Prestasi ini juga menunjukkan pentingnya kerja sama Indonesia dengan Kazakhstan dalam bidang pendidikan tinggi dan riset teknologi,” ucapnya.
Fadjroel berharap capaian itu dapat mendorong lebih banyak pelajar Indonesia untuk berkiprah dalam inovasi sains dan teknologi, terutama di bidang kecerdasan buatan dan teknologi digital.
Duta besar juga menilai kerja sama Indonesia dan Kazakhstan di bidang AI dan digital terus berkembang, antara lain melalui pertukaran delegasi, partisipasi Kementerian Komunikasi dan Digital RI dalam pertemuan internasional Digital Bridge, kunjungan ke Nazarbayev University, serta pengiriman dua delegasi Indonesia untuk mengikuti The 3rd Game of the Future 2026 di Astana.
Selain itu, nota kesepahaman antara Kementerian Komunikasi dan Digital RI dan Ministry of Artificial Intelligence and Digital Kazakhstan disebut sedang dalam tahap finalisasi untuk ditandatangani.
Adapun IOAI merupakan olimpiade sains internasional yang dirancang untuk mengembangkan dan menjaring talenta muda di bidang kecerdasan buatan.