Beranda Internasional IOM: Jumlah Orang Pekerja Penipuan Daring di Asia Meningkat Drastis

IOM: Jumlah Orang Pekerja Penipuan Daring di Asia Meningkat Drastis

Jumlah orang yang dipaksa bekerja di kompleks-kompleks penipuan daring di Asia meningkat drastis, demikian peringatan dari Organisasi Migrasi Internasional (IOM) pada Selasa (28/7/2026).

0
isitmewa

"Orang-orang yang terjebak di kompleks penipuan daring merupakan korban perdagangan manusia yang dipaksa melakukan tindak kejahatan lewat kekerasan, ancaman, dan pemaksaan," kata Pope, yang sebelumnya bekerja sebagai jaksa dalam kasus-kasus perdagangan manusia.

"Kita harus bekerja sama untuk mendukung para penyintas, menghentikan para pelaku perdagangan manusia, dan menutup celah-celah yang selama ini dimanfaatkan jaringan kriminal tersebut," tambahnya.

Korban dari berbagai negara, termasuk Indonesia Pope memperkirakan jumlah korban perdagangan manusia untuk dipaksa bekerja di pusat-pusat penipuan berasal dari 80 lebih negara.

"Jaringan-jaringan utama memang berbasis di Asia, tetapi berkat media sosial dan kemampuan untuk menjangkau orang-orang di begitu banyak negara, cakupan operasi mereka kini telah berkembang secara signifikan," ujar Pope.

Meski begitu, IOM mengatakan telah memberikan bantuan kepada lebih dari 3.500 korban sepanjang periode 2022-2025. 

Para korban tersebut berasal dari hampir 40 negara, dengan warga Indonesia, India, Sri Lanka, Etiopia, Kenya, dan Bangladesh, termasuk yang paling banyak terdampak.

Sebagian korban berhasil melarikan diri atau dibebaskan melalui penggerebekan pemerintah. 

Namun, mereka terkadang masih menghadapi ancaman tuntutan hukum di negara asal, kata Pope. Pope secara khusus memuji pemerintah seperti Thailand yang semakin aktif mengidentifikasi pusat-pusat penipuan tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here