Beranda Internasional Irak Kecam Serangan AS-Arab Saudi terhadap Pasukan Paramiliter sebagai "Agresi yang Tidak Dapat Diterima"

Irak Kecam Serangan AS-Arab Saudi terhadap Pasukan Paramiliter sebagai "Agresi yang Tidak Dapat Diterima"

Orang-orang berkumpul untuk memberi penghormatan kepada mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, di Baghdad, Irak, pada 10 April 2026. (Carapandang/Xinhua/Khalil Dawood)

0
Xinhua

CARAPANDANG.COM, BAGHDAD -- Kepresidenan Irak pada Rabu (29/7) mengecam keras serangan Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi yang menargetkan paramiliter Irak, Pasukan Mobilisasi Rakyat (Popular Mobilization Forces/PMF), menyebutnya sebagai "agresi yang tidak dapat diterima" dan "pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Irak."

   Dalam pernyataan resmi, kepresidenan menyatakan bahwa menyerang lembaga keamanan resmi bertentangan dengan hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

   Menegaskan kembali penolakan Irak terhadap segala bentuk agresi di wilayahnya, pihak kepresidenan menekankan bahwa wilayah Irak tidak boleh digunakan sebagai pangkalan peluncuran atau arena untuk menyerang negara-negara tetangga atau menyelesaikan perselisihan regional dan internasional.

   Lebih lanjut, pihak kepresidenan mendesak semua pihak terkait untuk menghormati kedaulatan Irak dan menahan diri dari tindakan yang dapat membahayakan keamanan dan stabilitas negara, sekaligus menekankan pentingnya memprioritaskan dialog untuk menyelesaikan krisis, meredakan ketegangan, serta menjaga keamanan regional.

   Sebelumnya pada hari yang sama, PMF menyatakan setidaknya 20 anggotanya tewas dan 32 lainnya luka-luka dalam serangan AS-Arab Saudi di beberapa provinsi Irak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here