Beranda Internasional Iran dan AS Berperang di Dunia Digital: Meme dan "AI Slop" Jadi Senjata Propaganda

Iran dan AS Berperang di Dunia Digital: Meme dan "AI Slop" Jadi Senjata Propaganda

Para ahli menyebut fenomena ini sebagai perang informasi generasi terbaru, di mana kedua negara saling meluncurkan konten digital yang sengaja dibuat bombastis, viral, dan sarat muatan politik untuk mempengaruhi opini publik, terutama di negara lawan.

0
AI Slop Iran vs Amerika (BBC)

Menurut studi dari Clemson University, dalam 24 jam setelah serangan AS dan Israel ke Iran, puluhan akun media sosial yang terafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mulai membanjiri platform seperti X (Twitter), Instagram, dan Bluesky dengan konten pro-Iran.

Dr. Emma Briant, pakar propaganda, menyebut taktik ini sebagai "Slopaganda" (gabungan dari *AI slop* atau konten AI murahan, dan propaganda), yang dinilai sangat efektif menembus pertahanan kognitif publik karena dikemas dengan referensi budaya pop Barat.

Tidak mau kalah, pemerintahan AS melalui akun resmi Gedung Putih dan CENTCOM juga menggunakan strategi serupa. Berbeda dengan pendekataan sinematik ala Lego dari Iran, AS memilih pendekatan "gamifikasi" atau visual ala video game.

Konten yang diunggah mencampurkan rekaman asli serangan udara terhadap target di Iran dengan cuplikan dari game populer seperti *Call of Duty*, *Wii Sports*, hingga film-film Hollywood seperti *Top Gun* dan *Braveheart* . Salah satu video bahkan diakhiri dengan efek suara khas game *Mortal Kombat* bertuliskan "*Flawless Victory*" (Kemenangan Sempurna) .

Namun, pendekatan ini menuai kritik tajam. Senator AS Tammy Duckworth, seorang veteran perang Irak yang terluka dalam tugas, mengecam video tersebut. "Perang itu bukanlah video game sialan," tegasnya . Kardinal Chicago Blase Cupich juga menyebut penyajian penderitaan perang sebagai tontonan ringan adalah hal yang memuakkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here