Namun, pernyataan tentang kesediaan gencatan senjata ini kontras dengan sikap tegas yang disampaikan pejabat tinggi Iran lainnya.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf, melalui akun media sosial X-nya pada hari yang sama, menolak anggapan bahwa Teheran sedang mencari gencatan senjata.
"Kami sama sekali tidak meminta gencatan senjata, kami percaya bahwa agresor harus mendapat pukulan telak yang cukup keras agar mereka belajar," tulis Qalibaf.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menegaskan bahwa Iran tidak meminta gencatan senjata dan menutup ruang dialog dengan Amerika Serikat. "Berbicara dengan AS tidak akan lagi ada dalam agenda kami," kata Araghchi kepada PBS News, seraya menambahkan pengalaman negosiasi sebelumnya selalu berakhir dengan serangan di tengah proses dialog.
Sikap Iran yang menuntut jaminan penghentian serangan secara permanen ini terjadi di tengah konflik terbuka dengan AS dan Israel yang telah berlangsung lebih dari sepekan.
Serangan balasan dilancarkan Iran setelah AS dan Israel melancarkan serangan bersama pada 28 Februari lalu yang menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.