CARAPANDANG - Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan bahwa setiap kapal yang ingin melintasi Selat Hormuz wajib memperoleh izin dari otoritas Iran. Kebijakan ini diberlakukan di tengah meningkatnya ketegangan dan konflik yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat dan Israel.
Laksamana Muda Alireza Tangsiri, melalui unggahan di akun resmi X pada Rabu (11/3/2026), menegaskan bahwa dua kapal yang mengabaikan peringatan telah menjadi sasaran di selat tersebut pada hari yang sama. Ia menyebut kapal-kapal itu telah mempercayai janji kosong terkait jaminan keamanan untuk melintas.
"Apakah kapal-kapal itu dijamin dapat melintas dengan aman melalui Selat Hormuz? Pertanyaan ini seharusnya diajukan kepada awak kapal Express Rome dan Mayuree Naree, yang hari ini, dengan mempercayai janji kosong, mengabaikan peringatan dan berusaha melintasi selat, tetapi akhirnya tertangkap," ujar Tangsiri seperti dikutip MetroTV.
"Setiap kapal yang berniat melintas harus memperoleh izin dari Iran," tegasnya.
Meski memberlakukan pembatasan ketat, otoritas Iran menyatakan bahwa jalur pelayaran itu tetap terbuka bagi kapal-kapal yang tidak melayani kepentingan Amerika Serikat dan Israel.
Kebijakan ini langsung berdampak pada harga energi global, dengan harga minyak menembus angka 113 dolar AS per barel akibat kekhawatiran gangguan pasokan melalui jalur yang membawa sekitar seperlima konsumsi minyak dunia tersebut.