Allah Subhanahu wa Ta’ala suka melihat bekas nikmat yang diberikan kepada hamba-Nya. Kesempurnaan fisik adalah nikmat yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya. Pada hari kiamat, setiap manusia akan ditanya mengenai jasadnya dan untuk apa jasad tersebut dipergunakan selama hidup di dunia.
Allah Subhanahu wa Ta’ala senang melihat bekas nikmat-Nya pada seorang hamba. Tatkala seorang hamba dikaruniai kesehatan, ia hendaknya menggunakan kesehatan tersebut untuk hal-hal yang bermanfaat, seperti membantu sesama dan melaksanakan berbagai kewajiban. Orang tua perlu mengingatkan anak-anak bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Rabb yang Maha Indah dan menyukai keindahan.
Dalam sebuah hadits, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala itu Maha Indah dan menyukai keindahan. Dia menyukai perkara-perkara yang mulia dan membenci perkara-perkara yang hina serta tercela.” (HR. Ath-Thabrani).
Seorang mukmin dituntut untuk menjaga penampilan diri, kebersihan, dan kerapian. Ia tidak selayaknya tampil kotor, jorok, atau acak-acakan, melainkan harus selalu tampak indah dan enak dipandang.
KEBERSIHAN LINGKUNGAN SEBAGAI CERMINAN MUSLIM
Karakter seorang muslim juga tercermin dari tempat tinggalnya. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan umat Islam untuk menjaga kebersihan lingkungan, termasuk pekarangan rumah. Beliau bersabda: