Sebelumnya, Trump sempat meminta Jepang dan sekutu lainnya, seperti Australia dan Korea Selatan, untuk mengirimkan kapal perang guna membantu mengamankan Selat Hormuz yang sebagian besar diblokade oleh Iran.
Namun, dalam sebuah pernyataan kontradiktif di media sosialnya pada Selasa (17/3) waktu AS, Trump justru menyatakan bahwa AS tidak lagi membutuhkan bantuan tersebut. Ia mengklaim keberhasilan militer telah dicapai dalam perang melawan Iran.
"Karena fakta bahwa kami telah meraih kesuksesan militer yang begitu besar, kami tidak lagi membutuhkan atau menginginkan, bantuan negara-negara NATO—KAMI TIDAK PERNAH MEMBUTUHKANNYA! Demikian pula, Jepang, Australia, atau Korea Selatan," tulis Trump di platform Truth Social.
Pernyataan itu muncul setelah Trump sebelumnya mengungkapkan kekecewaannya terhadap sekutu AS, termasuk negara-negara NATO dan Jepang, yang menunjukkan keengganan untuk mengirimkan kapal perang ke zona konflik.
Di tengah desakan AS dan situasi keamanan yang memburuk, pemerintah Jepang mengambil sikap hati-hati. PM Takaichi pada Rabu (18/3) menegaskan bahwa negaranya saat ini tidak berencana mengirimkan Pasukan Bela Diri (SDF) ke Selat Hormuz.
"Saya akan menyampaikan (kepada Trump) apa yang bisa dan tidak bisa kami lakukan berdasarkan hukum Jepang," ujar Takaichi di hadapan Komite Anggaran Majelis Tinggi, seraya menambahkan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan kerangka hukum yang ada.