CARAPANDANG.COM- Kantor berita resmi Korea Utara (Republik Rakyat Demokratik Korea/RRDK) pada Jumat (28/11) mengecam latihan militer dan peningkatan persenjataan Amerika Serikat (AS)-Korea Selatan (Korsel), seraya menyebut Washington sebagai "pemimpin yang mengancam perdamaian dan stabilitas serta menghancurkan keseimbangan keamanan strategis."
Baru-baru ini, AS dan Korsel menggelar latihan angkatan laut antioperasi khusus di perairan dekat Phyongthaek, Provinsi Kyonggi, Korsel, dengan dalih melawan "infiltrasi" dengan memobilisasi kapal perusak berpeluru kendali, helikopter antikapal selam, pesawat patroli laut, serta pasukan angkatan laut dan udara lainnya, menurut pernyataan Korean Central News Agency (KCNA) dalam sebuah artikel opini.
Washington juga mengerahkan pesawat tempur F-16 ke Pangkalan Udara Osan di Provinsi Kyonggi untuk mengintensifkan kapabilitas operasional gabungan, yang bertujuan untuk mencegah tindakan agresif dari RRDK dan negara-negara regional, imbuh KCNA.
RRDK akan "terus berupaya mempertahankan kedaulatan dan kepentingan nasionalnya serta melindungi perdamaian dan stabilitas regional melalui pelaksanaan hak-hak dasarnya seiring AS terus memperbarui rekam jejaknya dalam demonstrasi kekuatan militernya yang mengancam negara-negara regional," tulis artikel opini itu.