Ia juga menekankan pentingnya peran ibu dalam memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal, melalui edukasi gizi seimbang, pemahaman 1.000 hari pertama kehidupan, serta pola asuh yang tepat.
“Peran ibu sangat penting dalam memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal. Edukasi gizi seimbang, pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan, serta pola asuh yang tepat harus terus digencarkan,” jelasnya.
Selain itu, kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci keberhasilan, dengan melibatkan TP-PKK, Bunda PAUD, kader posyandu, serta berbagai pihak lainnya.
“Dengan kolaborasi yang baik, kita yakin Payakumbuh Selatan dapat menjadi contoh kecamatan yang mampu menekan angka stunting secara signifikan,” tutupnya.
Sementara itu, Camat Payakumbuh Selatan, Dewi Mulia, menjelaskan bahwa program “Seribu Asa Bebas Stunting” merupakan inovasi berbasis partisipasi masyarakat yang bertujuan memperkuat intervensi gizi dan kesehatan anak di wilayahnya.
“Program ini kita rancang sebagai langkah kolaboratif untuk mempercepat penurunan stunting, sekaligus melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahap pelaksanaannya,” ujarnya.
Ia menyebutkan, inovasi tersebut berangkat dari program DAHSYAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) yang sebelumnya digagas bersama DP3AP2KB dan Dinas Kesehatan. Seiring perkembangan kebijakan, intervensi kini diselaraskan dengan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) agar lebih tepat sasaran.