Sebanyak 50 peserta asal China dan Indonesia yang mewakili lebih dari 20 perusahaan, bersama pejabat pemerintah serta pakar industri, berbagi pengalaman dan bertukar pandangan mengenai berbagai persoalan di sektor pertambangan, sekaligus memperkuat komunikasi dan kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, dan akademisi.
Dalam sambutan pembukaannya, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Dr. Tri Winarno mengatakan bahwa sektor pertambangan secara konsisten berkontribusi sebesar 8 hingga 12 persen terhadap PDB Indonesia, dengan China sebagai salah satu sumber investasi utamanya.
Dia menekankan bahwa kerja sama yang berkelanjutan tidak hanya membutuhkan modal dan sumber daya, tetapi juga kepercayaan timbal balik, pemahaman terhadap regulasi, komunikasi yang efektif, serta komitmen jangka panjang.
Bagi perusahaan yang melakukan investasi dan pengembangan pertambangan di Indonesia, memperoleh izin dari Kementerian ESDM hanyalah langkah awal.
Mereka juga harus mengurus berbagai persetujuan dari kementerian dan lembaga terkait lainnya, yang mencakup aspek tata ruang, penggunaan lahan, perlindungan lingkungan hidup, penggunaan kawasan hutan, serta investasi sesuai dengan tahapan dan ketentuan yang berlaku.
Program pelatihan ini berfokus pada upaya untuk membantu perusahaan menghadapi berbagai tantangan koordinasi antarinstansi.