Selain itu, ia menekankan pentingnya perbaikan aspek pengemasan dan penyimpanan bahan makanan di Arab Saudi. Berdasarkan temuan di lapangan pada tahun lalu, masih terdapat bumbu yang rusak akibat kemasan maupun penyimpanan yang kurang baik.
“Kita pastikan tidak ada yang menggunakan bahan pengawet, karena itu akan membuat rasa berbeda dan berpotensi cepat rusak,” katanya.
Terkait penyedia layanan konsumsi, Irfan Yusuf menyebut jumlah perusahaan yang terlibat lebih dari 10, termasuk penyedia bumbu dan makanan siap saji atau ready to eat (RTE).
Makanan RTE disiapkan khusus untuk jamaah di Arafah dan Mina, mengingat keterbatasan distribusi di lokasi tersebut.
Adapun untuk jamaah lanjut usia, pemerintah menyiapkan menu khusus yang lebih ramah, seperti bubur dan kacang hijau, dengan penyesuaian distribusi sesuai kondisi dan kebutuhan jamaah.
“Pembagiannya tentu tergantung situasinya, agar semua jamaah bisa terlayani dengan baik,” kata Irfan Yusuf.