Dengan prinsip "Tunggu Anak Siap", Boni menegaskan PP Tunas tidak dimaksudkan untuk membatasi akses anak terhadap teknologi, melainkan memastikan mereka memasuki ruang digital ketika benar-benar siap baik dari aspek usia, emosional, maupun pemahaman terhadap risiko.
"Tunggu Anak Siap bukan berarti menghambat anak, bukan berarti membuat anak tertinggal, namun justru sebaliknya, kita ingin memastikan anak-anak masuk ke ruang digital saat mereka benar-benar siap baik secara usia, emosi, siap secara pemahaman," ujarnya.
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Kepemudaan dan Start Up Alfreno Kautsar Ramadhan mengatakan Tunas Jakarta menjadi jawaban atas keluh kesah para orang tua mengenai aktivitas alternatif bagi anak-anak setelah pembatasan akses platform digital diterapkan.
"Kita ingin memberikan sebuah alternatif. Jadi kita selama ini selalu mendorong bahwasanya dunia digital ini ada beberapa risiko, namun kita juga harus dorong alternatifnya," kata Alfreno.
Tunas Jakarta diselenggarakan di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan dengan menghadirkan beragam aktivitas nyata seperti permainan hingga olahraga.
Pelaksanaan program tersebut turut melibatkan berbagai pihak seperti Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, komunitas, operator seluler, hingga platform digital.
Alfreno menegaskan Tunas Jakarta tidak bertujuan menjauhkan anak dari teknologi atau memutus hubungan mereka dengan dunia digital.