Beranda Inspirasi Kenali 5 Fakta Task Masking, Kebiasaan Pura-pura Kerja yang Semakin Marak

Kenali 5 Fakta Task Masking, Kebiasaan Pura-pura Kerja yang Semakin Marak

Pernah merasa pekerjaanmu sudah selesai, tapi kamu tetap duduk di depan laptop sambil membuka beberapa dokumen agar terlihat sibuk? Fenomena seperti ini ternyata memiliki istilah, yaitu task masking atau productivity theatre

0
5 Fakta Task Masking, Kebiasaan Pura-pura Kerja yang Semakin Marak

Namun, kebiasaan tersebut gak selalu muncul karena rasa malas, loh. Psikolog konseling, Padma Jairam, menjelaskan bahwa task masking lebih sering menjadi strategi bertahan di lingkungan kerja yang membuat karyawan merasa cemas terhadap penilaian atasan. Menurut penelitian dalam Journal of Management, Economic, and Accounting, task masking merupakan bentuk produktivitas performatif yang muncul sebagai respons terhadap budaya kerja yang terlalu menekankan kehadiran fisik, pengawasan ketat, dan penilaian berbasis keberadaan di kantor dibanding hasil kerja nyata.

2. Budaya kantor sering menjadi pemicu utama

Banyak perusahaan masih memiliki anggapan bahwa karyawan yang pulang paling malam adalah yang paling berdedikasi. Akibatnya, sebagian orang merasa gak nyaman jika menyelesaikan pekerjaan lebih cepat lalu langsung meninggalkan kantor. Mereka khawatir dianggap kurang berkomitmen meskipun seluruh target telah terpenuhi.

Padma Jairam menjelaskan, bahwa pola pikir yang menghubungkan lamanya waktu bekerja dengan produktivitas masih bertahan hingga sekarang. Menurut penelitian dalam Journal of Management, Economic, and Accounting, sistem penilaian yang lebih menghargai penampilan sibuk daripada kontribusi nyata dapat mendorong karyawan melakukan simulasi produktivitas. Penelitian tersebut juga menilai organisasi sebaiknya mulai mengukur kinerja berdasarkan hasil kerja, bukan sekadar kehadiran atau lamanya seseorang berada di meja kerja.

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here