Setelah Asif Barkhiya berdoa, tiba-tiba datang sebuah benda berbentuk kubah yang mempunyai empat pintu. Satu pintu terbuat dari batu intan, satu pintu terbuat dari batu yaqut, satu lagi terbuat dari batu intan putih, dan satunya lagi tebuat dari batu aquamarine (zamrud) hijau. Semua pintu itu terbuka dan tidak ada satu tetes air pun yang masuk ke dalamnya, padahal benda tersebut berada di dalam laut yang sangat dalam sama seperti tiga kali perjalanan menyelamnya Ifrit yang pertama.
Lalu, benda yang berbentuk kubah tersebut diserahkan kepada Nabi Sulaiman ‘alaihi sallam. Tiba-tiba, di dalamnya terdapat seorang laki-laki yang tampan, memakai baju yang serbaputih, dan bersih badannya. Pemuda itu sedang melakukan shalat, lalu Nabi Sulaiman masuk ke dalamnya dan memberikan salam kepada pemuda itu. Pemuda itu pun mempercepat shalatnya dan menjawab salam Nabi Sulaiman.