Studi doktor jelas bukan hal ringan buat siapa pun, apalagi buat orang yang usianya sudah kepala tujuh. Riset yang mendalam, bimbingan yang intens, ujian promosi yang menegangkan, semuanya butuh stamina, bukan cuma niat.
Siahaan mengaku bisa melewati semua itu berkat dukungan lingkungan akademik Undip yang kondusif, mulai dari bimbingan dosen sampai suasana belajar yang membuatnya terus termotivasi.
Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan Undip, Prof. Dr. rer.nat. Ir. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T., turut mengapresiasi pencapaian ini.
“Kelulusan ini menjadi bukti bahwa semangat menuntut ilmu tidak dibatasi oleh usia,” kata Heru Susanto, dikutip dari laman resmi Undip.
Bagi Siahaan, toga yang ia kenakan hari itu bukan sekadar simbol kelulusan pribadi. Ia berharap perjalanannya bisa jadi pengingat, terutama buat anak muda, bahwa belajar itu proses seumur hidup.
“Jangan pernah berhenti belajar. Usia bukan penghalang untuk terus menuntut ilmu. Selama masih ada kesempatan, teruslah belajar dan berkarya,” pesan Siahaan.