Rasulullah SAW bersama Hamzah dan para sahabat lainnya lalu bergegas mencari keberadaan Nu'aiman. Hingga mereka bertemu dengan Miqdad dan bertanya, "Apakah engkau melihat Nu'aiman?"
Miqdad hanya terdiam, mengingat janjinya pada Nu'aiman untuk tak mengatakan keberadaan Nu'aiman.
Rasulullah SAW pun bersabda, "Beritahukan kepadaku, di mana dia?"
"Aku tidak tahu apa-apa tentangnya," jawab Miqdad sambil menunjuk ke tempat persembunyian Nu'aiman.
Nu'aiman akhirnya tertangkap. Rasulullah SAW kemudian bertanya kenapa dia melakukannya.
"Demi Dia yang mengutusmu membawa kebenaran, yang telah menyuruhku melakukannya adalah Hamzah dan teman-temannya. Mereka mengatakan begini dan begitu," jawab Nu'aiman jujur.
Mendengar pernyataan Nu'aiman, Rasulullah SAW lalu minta tamunya untuk merelakan untanya. Beliau juga akan membayar ganti ruginya, sedangkan para sahabat termasuk Nu'aiman mengolah unta itu dan memakannya.
Kisah ini sampai membuat Rasulullah SAW tak bisa menahan tawa. Bagaimana tidak, unta tamunya disembelih oleh sahabat yang usil. Setiap kali mengingat kelakuan Nu'aiman itu, Rasulullah SAW tertawa sampai-sampai gigi gerahamnya kelihatan. Ternyata, Nu'aiman memang dikenal sebagai sahabat yang suka usil, jenaka. Ia tak hanya sekali dua kali membuat Rasulullah SAW tertawa karena tingkahnya.