CARAPANDANG.COM - Suatu hari, seorang Kisra Persia sedang dalam perjalanan untuk menghibur dirinya. Ia dikawal oleh beberapa pengawalnya. Di tengah perjalanan, ia melihat seorang kakek tua yang menanam pohon Zaitun. Punggungnya seolah tak mampu menopang tubuhnya, yang menunjukkan bahwa usianya sangat tua. Sang Kisra terheran-heran mengingat pohon Zaitun tidak akan berbuah kecuali setelah berusia 30 tahun. Lantas, mungkinkah si kakek dengan kondisi yang demikian masih hidup 30 tahun lagi? Karena penasaran, ia pun berhenti dan turun dari tunggangannya.
Terjadilah percakapan antara Kisra dan kakek tua itu. “Wahai kakek tua, mengapa engkau menanam pohon Zaitun? Bukankah pohon itu tidak akan berbuah kecuali setelah 30 tahun?” tanya Kisra dengan penuh rasa penasaran. Tanpa ragu, kakek tua menjawabnya, “Wahai raja yang agung, orang-orang yang hidup sebelum kita telah menanam dan kita yang memetik buahnya. Karena itu, sudah sepantasnya kita menanam untuk mereka yang hidup setelah kita, agar mereka bisa memetik buahnya.” Jawaban kakek tua membuat sang Kisra tertegun. Ia mengangguk sebagai tanda setuju dan berkata, “Zih!” Kata “Zih!” diucapkan oleh seorang Kisra sebagai bentuk kekaguman kepada seseorang seraya memberinya hadiah sebesar 1.000 dinar. Kakek tua yang menerima hadiah 1.000 dinar itu pun sangat senang sekali.