Beranda Inspirasi kisah Londo Ireng: Sejarah Tentara Afrika yang Didatangkan Belanda Usai Perang Diponegoro

kisah Londo Ireng: Sejarah Tentara Afrika yang Didatangkan Belanda Usai Perang Diponegoro

Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung istilah “Londo Ireng” saat berpidato dalam Puncak Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB di Jakarta, Kamis (23/7). Dalam pidatonya, Prabowo menggunakan istilah tersebut untuk menggambarkan pihak-pihak yang menurutnya tidak berpihak pada kepentingan bangsa

0
Londo Ireng: Sejarah Tentara Afrika yang Didatangkan Belanda Usai Perang Diponegoro

Selain berlangsung selama lima tahun, perang tersebut juga menelan korban besar di pihak Belanda. Ribuan tentara tewas, baik karena pertempuran maupun penyakit tropis. Tidak hanya kehilangan personel, pemerintah kolonial juga harus mengeluarkan biaya perang yang sangat besar.

Sejarawan Purworejo, Atas Danusubroto, menjelaskan bahwa dampak Perang Diponegoro membuat Belanda mengalami krisis pasukan.

“Perang Jawa sudah menelan 8.000 serdadu Hindia Belanda baik serdadu kulit putih maupun serdadu pribumi yang direkrut pemerintah kolonial,” kata sejarawan Purworejo, Atas Danusubroto (65) kepada detikcom, Jumat (13/10/2017).

Saat itu Belanda sebenarnya banyak menggunakan tentara bayaran dari Eropa, terutama Jerman. Namun setelah perang berakhir, sejumlah negara Eropa mulai membatasi perekrutan warganya sebagai tentara bayaran. Kondisi tersebut memaksa Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch mencari sumber pasukan baru di luar Eropa.

Pilihan kemudian jatuh kepada wilayah Afrika Barat, terutama kawasan yang kini menjadi Ghana, Burkina Faso, dan Pantai Gading. Selain biaya perekrutannya lebih murah, orang Afrika juga dianggap lebih tahan menghadapi iklim tropis serta penyakit yang banyak ditemukan di Hindia Belanda.

Perekrutan Tentara Afrika dan Lahirnya Londo Ireng

Pemerintah Hindia Belanda mulai mendatangkan tentara dari Afrika Barat sejak 1831. Perekrutan dilakukan secara bertahap dalam beberapa gelombang.

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here