"Saat ini isu lingkungan sangat mencuat. Kehadiran Burung Indonesia diharapkan bisa meminimalisir kerusakan hutan secara membabi buta. Kasiang (kasihan) anak cucu kita ke depan jika ketersediaan air bersih hilang akibat eksploitasi hutan yang tak terkendali," lanjutnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci, di antaranya Direktur Eksekutif Burung Indonesia Dian Agista, Wakapolres Pohuwato Kompol Heny Mudji Rahaju, serta perwakilan Kejaksaan Pohuwato, Immanuel.
Turut hadir pula jajaran birokrasi dan tokoh masyarakat, mulai dari Kepala DLH Sumitro Monoarfa, Kepala Bappeda Rustam Meleng, Staf Ahli Bupati Amrin Umar, Tenaga Ahli Edy Sijaya, hingga Kepala Desa Marisa Utara, Ilham Langago.
Kehadiran tokoh masyarakat perempuan, Zulfiana Mbuinga bersama perwakilan LSM dan pers mempertegas dukungan publik terhadap pengamanan hutan alam di Pohuwato.