Beranda Ekonomi Konflik Timur: Harga Minyak dan Gas Melonjak, Penerbangan Global Lumpuh

Konflik Timur: Harga Minyak dan Gas Melonjak, Penerbangan Global Lumpuh

Konflik yang disertai serangan terhadap fasilitas energi dan kapal tanker di Selat Hormuz telah memicu kekhawatiran krisis pasokan global.

0
ilustrasi

Pemerintah AS melalui Departemen Luar Negerinya dilaporkan tengah mengupayakan penerbangan militer dan charter untuk mengevakuasi ribuan warganya dari kawasan tersebut.

Di tengah kekacauan ini, para crazy rich memilih jalur evakuasi alternatif. Harga sewa jet pribadi dari Timur Tengah ke Eropa meroket drastis. Sebuah perusahaan perantara jet pribadi di Muscat melaporkan tarif penerbangan ke Istanbul dengan jet kecil mencapai 85.000 Euro (sekitar Rp1,6 miliar), tiga kali lipat dari harga normal. Bahkan, penerbangan dari Riyadh ke Eropa dikabarkan mencapai harga USD350.000 (sekitar Rp5,9 miliar).

Indonesia pun tak luput dari imbas krisis ini. Pengamat energi Piter Abdullah dari Prasasti Center for Policy Studies menilai kenaikan harga minyak dunia akan meningkatkan tekanan terhadap harga domestik, terutama Bahan Bakar Minyak (BBM). Pemerintah dihadapkan pada pilihan dilematis antara menaikkan subsidi yang akan membebani fiskal atau melepas harga BBM yang dapat memicu inflasi.

Menanggapi situasi ini, PT Pertamina (Persero) memastikan belum berencana menaikkan harga BBM, khususnya BBM non-subsidi, seraya terus memantau perkembanga.

Pertamina juga tengah berkoordinasi dengan pemerintah untuk mencari alternatif sumber impor minyak mentah selain dari Timur Tengah, yang saat ini porsinya sekitar 19% dari total impor, guna menjaga ketahanan energi nasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here