CARAPANDANG.COM, BEIRUT -- Kementerian Kesehatan Lebanon pada Sabtu (11/4) mengungkapkan serangan Israel selama putaran terbaru konflik di Lebanon telah menewaskan sedikitnya 2.020 orang dan menyebabkan 6.436 lainnya luka-luka sejak ketegangan meningkat.
Kementerian tersebut mengatakan jumlah ini mencerminkan akumulasi korban yang dilaporkan di berbagai wilayah Lebanon di tengah rentetan serangan udara Israel dan baku tembak lintas perbatasan.
Eskalasi serangan terjadi setelah konflik kembali memanas yang melibatkan Hizbullah, yang mengklaim telah meluncurkan roket dari Lebanon selatan ke arah Israel pada 2 Maret, pertama kalinya sejak gencatan senjata berlaku pada 27 November 2024. Aksi saling balas serangan ini mendorong Israel untuk memperluas kampanye militernya di seluruh Lebanon.
Lebanon sejak saat itu dilanda serangan bertubi-tubi di beberapa wilayah, dengan pertempuran menyebar hingga melampaui zona perbatasan ke daerah-daerah lain negara itu.
Iran dan Amerika Serikat sepakat untuk melakukan gencatan senjata pada Rabu (8/4). Sementara itu, Israel, meski setuju untuk mematuhi gencatan senjata tersebut, berpendapat bahwa perjanjian itu tidak berlaku untuk Lebanon. Pernyataan tersebut kemudian menuai kecaman dari Iran dan pihak mediator Pakistan.