Rekaman kamera menunjukkan pemain muda itu menunduk lesu dan tampak menahan air mata saat meninggalkan lapangan, sementara rekan-rekan setimnya berusaha menghiburnya.
Kegagalan ini menambah panjang masa paceklik trofi Liga Champions Barcelona yang telah berlangsung selama 11 tahun, terhitung sejak terakhir kali menjuarainya pada musim 2014/15.
Pelatih Hansi Flick, yang musim lalu membawa tim terhenti di semifinal, mengakui bahwa timnya kurang beruntung.
"Kami memiliki banyak peluang. Kami memainkan pertandingan yang fantastis, tetapi kami kurang beruntung. Begitulah adanya," ujar Flick usai pertandingan.
Sementara itu, Atletico Madrid berhak melaju ke babak semifinal untuk pertama kalinya setelah delapan tahun. Mereka kini menunggu pemenang antara Arsenal melawan Sporting CP.