"Kelompok ekstremis Israel telah memulai kampanye pemilihan umum (pemilu) mereka dengan mengorbankan warga Palestina," ujarnya memperingatkan, merujuk pada pemilu parlemen Israel, Knesset, yang akan digelar pada 27 Oktober mendatang.
Ahmed Rafiq Awad, seorang profesor ilmu politik di Universitas Al-Quds, mengatakan kepada Xinhua bahwa beberapa bulan ke depan akan "berbahaya karena adanya pemilu," seraya menambahkan bahwa pemerintah Israel saat ini "melindungi sekaligus menyokong para pemukim, baik secara finansial maupun militer."