"Coba kalian bayangkan, siapa yang mau dipenjara? Siapa yang mau dibuang? Beliau bertahan karena yakin suatu hari negara ini akan ada," kata Megawati.
Megawati mengajak seluruh anak bangsa untuk menjadikan Istana Gebang sebagai pengingat bahwa kemerdekaan bukanlah akhir, tetapi harus terus diperjuangkan.
"Apakah kalian sudah benar-benar merdeka? Belum. Kita tetap akan dijajah jika tidak waspada. Maukah kalian dijajah lagi?" teriak Megawati, disambut "Tidak!" dari ribuan peserta.
Rangkaian peresmian renovasi bangunan berarsitektur kolonial ini ditandai secara simbolis melalui penekanan tombol sirine oleh Megawati Soekarnoputri dengan didampingi putranya yang juga Ketua DPP PDIP M. Prananda Prabowo, serta anggota keluarga Bung Karno lainnya, yaitu Puti Guntur Soekarno dan Romy Soekarno.
Selain pihak keluarga, jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan hadir secara lengkap dipimpin Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto bersama struktur DPD PDIP Jawa Timur dan ribuan kader serta masyarakat yang memadati kompleks museum.
Tepat setelah sirine berbunyi, acara dilanjutkan dengan peresmian monumen patung Bung Karno yang berdiri megah di dalam area kompleks tersebut.
Peresmian patung setinggi 5 meter karya seniman asal Bantul, Yogyakarta, Drs Gunadi, itu ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Megawati.
Kehadiran patung ini menjadi simbol visual yang mempertegas kehadiran spiritual dan rekam jejak pemikiran Sang Proklamator di tanah Blitar.