CARAPANDANG - Menteri Agama Nasaruddin Umar masuk dalam bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031 menjelang Muktamar ke-35 yang akan digelar pada Agustus 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026).
Menurut Gus Ipul, Nasaruddin Umar dinilai memiliki potensi karena rekam jejaknya di organisasi. Selain Menag, nama Ketua Umum PBNU petahana Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dan mantan Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj juga disebut sebagai figur yang berpeluang.
"Salah satu yang berpotensi ya, karena Pak Nasaruddin Umar juga pernah jadi Katib Aam sebelumnya. Gus Yahya dulu juga pernah jadi Katib Aam sebelumnya, Kiai Said sebelumnya juga pernah jadi Katib Aam," ujar Gus Ipul.
Gus Ipul menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada nama resmi yang diajukan. Pihaknya membuka ruang yang sama bagi seluruh kader NU untuk mencalonkan diri sesuai mekanisme organisasi.
Sebelumnya, Nasaruddin Umar turut hadir dalam Rapat Pleno Syuriyah PBNU di Hotel Sultan, Jakarta, pada Desember 2025. Saat itu, pleno menetapkan KH Zulfa Mustofa sebagai Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU menggantikan Yahya Cholil Staquf hingga muktamar digelar pada 2026. Nasaruddin hadir dalam kapasitasnya sebagai Wakil Rais Syuriyah PBNU.