Menurut Tito, Program Sekolah Rakyat lahir dari kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap anak-anak yang belum memperoleh kesempatan pendidikan secara layak.
Ia mengatakan Presiden memandang negara memiliki tanggung jawab untuk hadir bagi anak-anak terlantar sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
"Saya tahu bahwa ini keinginan dari Bapak Presiden dan betul-betul ini ide mungkin dari Bapak Presiden yang setahu saya karena dua faktor utama. Beliau memahami betul keinginan para pendiri negara bangsa Indonesia," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Tito didampingi Ketua Umum Tim Penggerak PKK Tri Tito Karnavian menyerahkan bantuan berupa 45 paket sembako untuk guru Sekolah Rakyat, 88 botol minum (tumbler) bagi siswa, serta secara simbolis menyerahkan kartu tanda penduduk elektronik pemula kepada dua siswa.
Tri juga mengajak para siswa membiasakan menggunakan botol minum isi ulang untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Bersama para peserta, ia turut melakukan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.