Beranda Umum Mengunjungi Warung Roekoen, Warisan Tionghoa di Rumah Berusia Lebih dari Seabad

Mengunjungi Warung Roekoen, Warisan Tionghoa di Rumah Berusia Lebih dari Seabad

0
Mengunjungi Warung Roekoen, Warisan Tionghoa di Rumah Berusia Lebih dari Seabad

Foto yang diabadikan pada 15 Agustus 2026 ini memperlihatkan salah satu sudut ruangan yang dipenuhi berbagai koleksi barang antik dan dekorasi bergaya Tionghoa di Warung Roekoen, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. (Xinhua/Poppy Amelia S.)

   BERAWAL DARI KOS PUTRI

   Warung Roekoen resmi didirikan pada 29 April 2024 oleh Dade (62) dan istrinya, yang keduanya merupakan keturunan Tionghoa. Namun, cerita mengenai tempat ini sebenarnya bermula dari sebuah kos-kosan khusus perempuan yang didirikan lebih dahulu oleh Dade, yakni Koes Roekoen.

   Menurut Dade, kebiasaan anak-anak perempuan yang gemar mencari camilan menjadi salah satu alasan munculnya ide untuk membuka warung di bawah bangunan kos. Awalnya, warung tersebut hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan penghuni kos. Menu yang disajikan pun sederhana, berupa berbagai masakan rumahan dan camilan.

   "Sebelumnya saya bikin kos-kosan premium khusus perempuan. Anak-anak perempuan ini kan biasanya suka ngemil, jadi saya pikir kenapa tidak dibuat warung di bawahnya. Saat itu memang untuk anak-anak kos saja," ujar Dade kepada Xinhua saat ditemui pada Sabtu (15/8).

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here