Selain itu, dia mengatakan terdapat 99 santri yang diterima di berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia, dan mayoritas pada program studi umum.
Menurut dia, pilihan program studi para santri tersebut disesuaikan dengan kebutuhan strategis bangsa.
Terlebih, kata dia, pesantren saat ini tidak cukup hanya mencetak santri yang saleh, tetapi juga harus melahirkan generasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi bangsa.
"Saya ingin menggerakkan pesantren-pesantren secara nasional agar memiliki visi yang sama, bukan sekadar mencetak santri yang saleh, melainkan juga mencetak santri yang bermanfaat, membangun negeri, dan menguasai berbagai bidang ilmu yang dibutuhkan negara," kata dia.