"Kalau dulu mungkin sulit dibayangkan, tetapi pada era digital seperti sekarang, peluang memperoleh penghasilan yang lebih besar melalui sektor ekonomi kreatif sangat mungkin diwujudkan," katanya.
Saat ini jumlah pekerja di sektor tersebut telah mencapai sekitar 27,4 juta orang dengan 63 persen di antaranya merupakan Gen Z dan milenial dan 58 persen di antaranya adalah perempuan.
"Ini menunjukkan sektor ekonomi kreatif sangat inklusif karena mayoritas pelakunya berasal dari generasi muda dan melibatkan banyak perempuan," ujarnya.
Oleh sebab itu, Teuku terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pendampingan pelaku usaha, akses pembiayaan, serta pemanfaatan teknologi digital agar semakin banyak generasi muda terserap ke sektor tersebut.