Beranda Internasional Menlu AS Sesumbar Bisa Kalahkan Iran dalam Hitungan Minggu

Menlu AS Sesumbar Bisa Kalahkan Iran dalam Hitungan Minggu

Marco menyampaikan hal tersebut usai menghadiri pertemuan para pemimpin G7 di Prancis pada Jumat, 27 Maret 20026.

0
Istimewa

Di sisi lain, kekhawatiran global meningkat seiring potensi gangguan di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia. Rubio bahkan meminta negara-negara Eropa dan Asia yang bergantung pada jalur tersebut untuk ikut berkontribusi menjaga keamanan, sekaligus menegaskan bahwa ketergantungan AS terhadap jalur itu relatif lebih kecil.

Sementara itu, AS telah mengirim ribuan marinir ke kawasan Timur Tengah, termasuk melalui kapal serbu amfibi, serta menyiapkan pasukan lintas udara elit. Langkah ini memicu kekhawatiran bahwa konflik bisa meluas menjadi perang darat, apalagi sejak serangan awal pada 28 Februari yang menewaskan tokoh-tokoh penting Iran.

Di tengah eskalasi, Presiden Donald Trump disebut ingin segera mengakhiri perang yang semakin tidak populer di dalam negeri. Ia mengklaim adanya kemajuan menuju solusi diplomatik, meskipun Iran membantah bahwa pembicaraan resmi telah dimulai. Trump bahkan memberi tenggat waktu tambahan kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi serangan lanjutan.

Di lapangan, serangan terus berlanjut. Media Iran melaporkan adanya serangan terhadap fasilitas nuklir dan industri, termasuk reaktor riset air berat dan pabrik uranium. Iran menegaskan tidak ada kebocoran radiasi, namun tetap mengecam serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap upaya diplomasi.

Seorang pejabat tinggi Iran menyebut bahwa Teheran belum memutuskan apakah akan merespons proposal damai dari AS. 

Situasi semakin rumit karena serangan masih berlangsung di saat Washington justru mendorong negosiasi, sesuatu yang oleh pihak Iran disebut “tidak dapat diterima.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here